Top Ad 728x90

,

Monumen jatuhnya pesawat merpati di buluh tumbang

Belasan tahun lalu, tepatnya pada 20 April 1997, tragedy penerbangan mengguncang Pulau Belitung. Satu pesawat milik maskapai Merpati Nusantara jatuh di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan.

Belasan tahun lalu, tepatnya pada 20 April 1997, tragedy penerbangan mengguncang Pulau Belitung. Satu pesawat milik maskapai Merpati Nusantara jatuh di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan.

Pesawat jatuh tak jauh dari bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung. Untuk melawan lupa, sebuah monument didirikan di sekitar titik jatuhnya pesawat, yaitu terletak sekitar satu kilometer dari Jalan Raya Buluh Tumbang – Kelapa Kampit.

Kini nasib monument tersebut terbengkalai. Untuk mencapainya dari persimpangan jalan, pengunjung harus menyusuri jalan tanah yang berwarna kuning. “Dulu memang diaspal, tapi bukan hotmix.” Kata Sekretaris Desa Buluh Tumbang Agustriadi kepada Pos Belitung, kamis (12/3).

Sampai di monument tersebut tampak sebuah bagian ekor dan baling-baling pesawat ditegakkan di atas sebuah pondasi. Kondisinya dipenuhi dengan ilalang dan semak belukar. Tak jauh dari sana, terdapat sebuah monument bertuliskan nama-nama korban, baik yang selamat, ataupun yang meninggal dunia. Nama-nama tersebut ditulis di atas marmer putih. Kondisinya juga sama, dipenuhi dengan rerimbunan ilalang di sekitarnya. Pihaknya, lanjut Agus, sangat berharap tugu monument tersebut dapat dioptimalkan untuk menjadi satu diantara objek sejarah di Desa Buluh Tumbang.

Menurut Agus, pemerintah desa sudah pernah mengajukan usulan pemugaran monument ini dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat desa. Selain usulan pemugaran, pihaknya juga memasukkan usulan pengaspalan jalan sebagai akses menuju tempat tersebut. Namun belum diketahui nasib usulan itu di tingkat selanjutnya. Soal akses jalan menuju monument yang terkesan diabaikan, Agus menyatakan itu terjadi karena akses jalan ke Aik Mungkui yang sebelumnya bisa melalui jalan itu, kini bisa diakses melalui jalan yang baru.

Agus mengatakan pihaknya sudah memiliki ide. Jika sudah dipugar dan layak dikunjungi, maka objek wisata sejarah tersebut juga berguna bagi dunia pendidikan. Anak-anak sekolah bisa mengunjungi tugu itu untuk tujuan pendidikan mereka masing-masing. “Kalau memang itu bisa dikelola pemerintah desa, kami tidak keberatan. Kami siap (pengelolaannya). Tidak jadi masalah kalau memang bisa”. Ucap Agus. (Pos Belitung, 14 Maret 2015)

INFORMASI LEBIH LANJUT, KLIK LINK DIBAWAH INI :
KONTAK KAMI
Anda bisa menghubungi kami via 
WhatsApp di 0811-7-1111-44 (WA Only)
Telpon di 0878 9647 2764 (Julian)
Blackberry Pin 2b31 3e63
Atau mengirim email ke alamat imajitour@gmail.com
Atau anda bisa juga mengisi data reservasi di laman RESERVASI – JUST CLICK 

Top Ad 728x90