Top Ad 728x90

,

Travel dan guide lokal mulai tergerus

Sejumlah pelaku pariwisata Kabupaten Belitung mendatangai DPRD Kabupaten Belitung, jumat (13/3). Mereka menyampaikan masukan terkait sector kepariwisataan. Wakil ketua II DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie dan jajaran komisi III DPRD Kabupaten Belitung menerima rombongan yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Babel.

Sejumlah pelaku pariwisata Kabupaten Belitung mendatangai DPRD Kabupaten Belitung, jumat (13/3). Mereka menyampaikan masukan terkait sector kepariwisataan. Wakil ketua II DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie dan jajaran komisi III DPRD Kabupaten Belitung menerima rombongan  yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Babel.

Ketua ASPPI Babel Agus Pahlevi mengatakan inti kedatangan untuk menyampaikan draft rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pariwisata yang telah dirancang. “Kami ingin Belitung segera punya peraturan daerah pariwisata, terwujud,” kata Agus saat membuka penyampaian aspirasinya. Menurutnya, raperda pariwisata yang sangat mendesak bagi Kabupaten Belitung. Intinya, raperda pariwisata tersebut bertujuan melindungi kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Belitung terkait sector kepariwisataan. Usulan raperda disusun berdsarkan referensi berbagai sumber, diantaranya teramsuk Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Didalamnya juga memuat aturan investasi pembangunan kepariwisataan, hak dan kewajiban masyarakat, pengusaha, dan pemrintah dalam kepariwisataan Belitung.

Lanjutnya, sebagai contoh sudah mendesaknya perda pariwisata, saat ini sudah ada wisatawan yang sudah memulai mengajak travel dan guide non-lokal. Ada beberapa kisah yang tak patut diceritakan ke publik akibat wisatawan yang menggunakan guide non-lokal. Padahal ini tidak diperkenankan di daerah wisata lainnya karena akan membuat masyarakat menjadi penonton. Satu diantara pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung, Riviani menambahkan, pihaknya datang membawa solusi. ASPPI  Kabupaten Belitung, mewakili seluruh lapisan masyarakat yang menggantungkan hidup dari pariwisata, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, tukang boat, hingga keluarga tukang cuci piring di restoran atau rumah makan.

Soal wisatawan yang sudah mulai menggunakan travel dan guide non-lokal, Rivi mengatakan, Bali dan Lombok sudah melarang hal tersebut. Sebab dua daerah wisata itu sudah menerapkan perda. Itulah kenapa raperda pariwisata menjadi penting. Ditemui usai pertemuan, Agus mengatakan, raperda yang mereka susun itu disusun berdasarkan pengamatan selama tiga tahun terakhir. Kabupaten Belitung memerlukan itu semua sebagai aturan main kepariwisataan yang jelas. Melalui raperda ini pula masyarakat lokal bisa dilibatkan dalam pembangunan kepariwisataan Kabupaten Belitung.

Agus menambahkan, rencana penerbitan peraturan daerah oleh pemerintah sudah bertahun-tahun. Namun, selalu belum ada realisasi. “Bagaimana sih travel agent, bagaimana seharusnya guide itu, bagaimana sih seharusnya restaurant itu. Jadi ke depan, tidak lagi menurut si A dan si B”, ucapnya. (Pos Belitung, 14 Maret 2015)

INFORMASI LEBIH LANJUT, KLIK LINK DIBAWAH INI :

KONTAK KAMI
“PAKET MURAH WISATA BELITUNG”

Top Ad 728x90