Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Daftar Imaji Klien

by
Memilih tour / travel yang bisa dipercayakan untuk mengelola perjalanan wisata anda memang gampang-gampang-susah. Setiap destinasi yang sudah populer tentu akan dibanjiri oleh ratusan penyedia servis yang sama, dan pertanyaannya : “Jadi mana yang paling tepat?”. Well, kami memang tidak akan mengatakan bahwa kami adalah “BEST of the BEST” dari segala yang ada. Tetapi izinkanlah kami dengan kerendahan hati, memberikan data dari daftar klien yang telah kami servis sejauh ini.

PERUSAHAAN / COMPANY OUTING
Bank Permata IT Division Cabang Bintaro – Tangerang, Bank Permata Mortgage Division Cabang Bintaro – Tangerang, Bank Mandiri Plaza Bapindo, Mandiri Sekuritas Plaza Bapindo, Bank BNI Jakarta Kota, Bank BNI Syariah, Bank BTN (assisted by Mata Dunia), Bank BJB Divisi Treasury – Bandung, SIEMENS Indonesia, GMF Aeroasia (Garuda Maintenance Facility), PT Arminareka Perdana, PT. Satria Nusantara Wijaya, Yayasan Olahragawan Indonesia, Sabrina Rehab Bangun, PT Megah Kuantum Properti, PT Toyota Tsusho Tomen Electronics Indonesia, Prudential Group, PT Kalbe Farma (assited by Traveland Convex), Trans TV – My Trip My Adventure, PT Tigaka Distrindo Perkasa, PT Citra Utama Sinergi, Daikin Applied, Summarecon – Legal Division, Wika Gedung, PT Radio Voice of Belitung, Panorama Tour / Travel.  
DINAS / INSTANSI / LEMBAGA PENDIDIKAN
KPP Pratama cabang Tanjungpandan, BPMDPKB Tangerang (assited by Radia Tour), Dinsosnakertrans Bandung, Kereta Api Indonesia – Divre III Palembang, Dinas Kelautan dan Perikanan Bandung (assisted by Chandra Travel), The Habibie Center, CHEPS UI, angkatan XVI-Zestien SMP Internat Al-Kausar.  
TRAVEL PARTNERS
YukTrip (Bekasi), Traveland Convex (Bandung), Mata Dunia (Jakarta), Radia Tour Travel (Tangerang), Jagoan Wisata (Jakarta), CIP Tour Travel (Pekanbaru), Travel Planner (Solo), Loox Travel (Bandung), Anggrek Wisata (Jakarta), Kelana Rasa (Jakarta), Chandra Travel (Jakarta), Peta Wisata (Jakarta), Era Tour (Jakarta), Sutera Tours (Bandung), GATE Travel (Jakarta), Pusaka Indonesia (Jogja). 
BEST LOCAL SUPPORTS
Fun Games Team Agrowisata Bukit Pangkuan,
Al-Yess! Community (komunitas anak muda kreatif Belitung),
Mubel Management (talent agency),
Team tradisional arts dari Rumah Adat Belitung, dan komunitas Kopi Janggut Pasar Berehun Tanjungpandan,
Baro Begado Community (komunitas seniman),
Dewan Kesenian Belitung,
Kami juga telah menjalin kerjasama yang baik dengan hotel-hotel berbintang, serta restoran, dan penyedia transportasi besar yang ada di Provinsi Kep. Bangka Belitung.     
INFO LEBIH LANJUT, ANDA JUGA BISA MENGHUBUNGI KAMI :
KONTAK KAMI
“PAKET MURAH WISATA BELITUNG”


Imaji For Belitung

by
Memilih tour / travel yang bisa dipercayakan untuk mengelola perjalanan wisata anda memang gampang-gampang-susah. Setiap destinasi yang sudah populer tentu akan dibanjiri oleh ratusan penyedia servis yang sama, dan pertanyaannya : “Jadi mana yang paling tepat?”. Well, kami memang tidak akan mengatakan bahwa kami adalah “BEST of the BEST” dari segala yang ada. Tetapi izinkanlah kami dengan kerendahan hati, memberikan beberapa alasan bagi anda untuk memilih (cieee, kayak kampanye).


KAMI TELAH DIPERCAYA OLEH PULUHAN PERUSAHAAN / INSTANSI, RATUSAN GROUP, DAN RIBUAN PESERTA TOUR. :D
Mulai dari paket bulan madu yang hanya berjumlah 2 orang, hingga keluarga kecil, keluarga besar, peserta reuni, hingga instansi pendidikan seperti “CHEPS UI”, perusahaan seperti beberapa divisi dari sejumlah perbankan (Bank Permata, Bank Mandiri, BNI, dll), hingga perusahaan atau group lainnya seperti The Habibie Center, Siemens, dan sebagainya.
KAMI PUTERA DAERAH ASLI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG
Usaha yang kami dirikan adalah untuk memajukan ekonomi daerah kami sendiri khususnya dalam bidang pariwisata agar semakin maju. Tentunya tidak ada halangan bagi kami untuk memberikan advice yang tepat kepada anda tentang kondisi real area wisata itu sendiri.
KAMI TOUR / TRAVEL RESMI YANG TENTUNYA TURUT DIREKOMENDASIKAN OLEH DINAS ATAU INSTANSI
Kami memiliki berkas perusahaan yang jelas dan tentunya dibutuhkan secara legal untuk mengelola tour (seperti Surat Izin Usaha Pariwisata yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kab. Belitung). Kami membayar pajak, rekening dikelola atas nama perusahaan, sehingga anda tidak perlu takut dan ragu, kami sangat takut pada proses hukum. 
ANDA AKAN DISERVIS OLEH KRU TETAP, BUKAN FREELANCER
Kebijakan dari kami untuk menservis anda semaksimal mungkin, tentu sulit dilakukan apabila selalu berganti-ganti driver, atau guide. Kami mengumpulkan kru yang sudah lebih dari 5 tahun bekerja sebagai pemandu wisata, dengan keunggulan mereka masing-masing. Untuk peserta yang datang dari Negara berbeda, kami juga memiliki guide yang fasih berbahasa inggris dan mandarin.  
PERJALANAN WISATA, SESUAI IMAJINASI ANDA
Itulah mengapa kami menamakan diri sebagai “Imaji Tour”. Kadangkala ada beberapa permintaan servis (biasanya dalam outing) yang mengharuskan kami membuat “sesuatu yang lebih” bahkan “sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya”. Kami pernah mengajak rombongan ibu-ibu untuk melakukan yoga di pinggir pantai, membuat lapangan futsal darurat, mengadakan demo masak yang dikemas secara adat tradisional, dll.   
KONTAK KAMI
Hubungi CS kami di 08117111051 (WA / Phone), atau di 08117111144 (WA Only),

Atau anda bisa mengirimkan email di imajitour@gmail.com

Di balik layar Laskar Pelangi Film

by
Catatan Julian Aditya
Team Leader Belitung Imaji Tour
Asisten koodinator local talent (Belitung), Laskar Pelangi Film 
Anak-anak Laskar Pelangi yang saya foto disela-sela shooting
Sebelum saya menceritakan pengalaman ini, pertama-tama saya harus mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan dari Miles Film dan Mizan Cinema karena telah menerima saya bergabung dan bekerja sama di Laskar Pelangi film sebagai salah satu dari assistent Talent Coordinator. Ini adalah pengalaman yang sangat membanggakan, mengingat film ini adalah salah satu film fenomenal dan boleh dikatakan sebagai salah satu dari yang terlaris di Indonesia.

    Sahabat Al-Imaji ( Belitung Imaji Tour ), Laskar Pelangi film yang diproduseri Mira Lesmana, disutradari Riri Riza, dan diangkat dari novel karya Andrea Hirata memang banyak membuat kehebohan disana-sini. Salah satu kekuatan film tersebut adalah para pemainnya, yang menggabungkan kekuatan akting para aktor/aktris kawakan bersama pemeran anak-anak Laskar Pelangi yang notabene tidak pernah memasuki dunia perfilman sama sekali. Anak-anak itu memang masih hijau, tapi sudahberhasil menyihir jutaan penikmat film Indonesia. Mungkin ada yang bertanya, apakah mencari talent lokal dikala itu, mudah? Jawabannya tidak! Berikut ini, saya memaparkan sedikit pengalaman yang saya dapat sejak awal Maret 2008 yang lalu.
Di sungai Samak (Belitung) dengan salah satu peserta casting
MEMBUKA CASTING SAMA DENGAN MENGAJARKAN CARANYA SEKALIGUS.
Ini adalah tantangan pertama yang saya dapat. Lokasi Shooting Laskar Pelangi Film bertempat di lokasi aslinya, Pulau Belitung sekaligus kampung saya sendiri. Bagi yang tinggal di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya tentu sudah banyak yang tahu bagaimana proses sebuah casting dilaksanakan. Apalagi yang sudah masuk talent agency atau yang punya mimpi untuk menjadi artis yang wajahnya selalu terpampang di televisi, bioskop, atau banner sebuah produk. Casting di Belitung, adalah sebuah hal yang sangat langka sekaligus merepotkan. Bayangkan apabila ada 100 orang yang datang, 100 orang itu harus kita ajarkan bagaimana cara melihat dan membaca skrip, gambaran peran dari apa yang ia baca disitu, termasuk bagaimana dan apa yang harus ia lakukan apabila berhadapan dengan para penilai nanti. Kalau yang datang anak-anak, kadang-kadang kita harus menjelaskan cara casting ini di depan orang tuanya... cabe deh...

    Ada pengalaman lucu yang pernah didapat dari proses ini. Suatu ketika yang datang casting itu bapak-bapak dengan usia 40-an. Ia sangat bernafsu sekali untuk tampil di film setidak-tidaknya jadi pemeran pembantu yang wajahnya kelihatan (untung ada skrip yang dibuat khusus untuk peran dengan karakter tersebut walaupun akhirnya dihapus dari sutradara). Setelah panjang lebar saya menjelaskan, akhirnya ia bertanya... bagaimana cara latihan membaca skrip. Saya jawab : "Bayangkan di depan ada lawan bicara anda yang ikut main film nanti". Kemudian saya meninggalkannya di ruang tunggu dengan harapan "mudah-mudahan ia mengerti". Akhirnya, setelah beberapa saat berlalu. Saya kembali keruang tunggu, dan ternyata mendapati ruangan yang sudah kosong dimana tadinya dipenuhi oleh para peserta casting! Saya panik karena mereka menghilang, saya takut terjadi sesuatu akibat omongan saya tadi. Akhirnya setelah saya cari dengan tergopoh-gopoh, untunglah ternyata mereka tidak pulang  kembali ke rumah masing-masing. Mereka semuanya ada dibelakang ruang tunggu dan sedang sibuk berbicara sendiri sesuai instruksi yang saya katakan ke bapak tadi! (Padahal anjuran saya bukan untuk mereka semua loh.. ) Sang bapak itulah yang mengajak mereka semua, dan ia pun saya lihat sangat berusaha menjiwai perannya semaksimal mungkin dengan berbicara sendiri sambil menunjuk-nunjuk tembok tebal ruang tunggu casting! Yaelah pak, kok pada ngajak gila orang sekampung seeeeh...???
Diatas truck bersama para pemain figuran dari Gantong
BENAR-BENAR HUNTING, GARA-GARA BANYAK YANG TIDAK PERCAYA.
Memang pada saat itu proses casting Laskar Pelangi Film tidak dipublikasikan oleh media lokal baik cetak maupun elektronik. Ini dikarenakan sang asisten sutradara tidak menginginkannya karena takut pusing dengan tawaran-titipan. Singkatnya, proses casting dilakukan dengan cara mengajak orang yang ditemui. Inilah tantangannya,masyarakat Belitung dikala itu benar-benar "blank" dan skeptis. Tidak jarang saya harus memberi penjelasan "bahwa ini benar" kepada orang yang cerewet dan menuduh saya sebagai "tukang isu". Adapun saat proses hunting disekolahan untuk mencari para calon pemeran Laskar Pelangi film, saya selalu masuk ruang kepala sekolah dengan waktu yang cukup lama untuk menjabarkan benar-tidaknya persoalan ini. Bahkan ada guru yang bertanya asal usul saya, siapa orang tua, dimana rumahnya, sebelumnya bekerja sebagai apa, pulang merantau darimana, wah... cabe lagi deh!

    Kejadian yang paling edan dari hunting ini ada di SDN 44 Perawas (Kab. Belitung) yang menyumbang pemeran A-Kiong ( Suhendri, red ). Saat itu saya tiba disana sudah pukul setengah 12 siang. Saya datang terlambat, karena waktu jam sekolah sudah hampir habis dan terlalu banyak sekolah yang harus didatangi kalau dilanjutkan besok. Akhirnya saya memutuskan, untuk hunting sambil melihat mereka pulang dari sekolah itu.
    "Treeeeet!!!! Treeeet! Treeeeet!"
    Suara bel pun muncul, anak-anak SD 44 keluar. Saya menunggu untuk melihat penampakan mereka sambil duduk diatas motor dengan jaket kulit, celana jeans, dan rokok kretek murahan dimulut. Masing-masing dari mereka saya lihat dengan sangat detil, setelah 10 menit barulah anak dengan spesifikasi yang saya inginkan muncul! Anak itu adalah Suhendri ( A-Kiong ) yang pulang berjalan kaki kerumah, tidak ingin dia berlalu... saya pun langsung turun dari motor dan berjalan kearahnya. Disinilah yang muncul petaka! Melihat saya orang asing dan tampak antusias sekali, Suhendri malah kaget. Sialnya, dia mengira saya penculik! Ia pun lari, mau tak mau saya mengejar! ( Saking antusiasnya saya waktu itu saya lupa kalau besok kan bisa kembali lagi? ya toh?? ). Akhirnya tak berapa lama pun, terpaksa Suhendri saya tangkap seperti seperti seorang kekasih yang lari dari pacarnya. Anak-anak SDN 44 yang lain langsung segera mengerubungi saya bersama orang tua mereka, kemudian ada pak Guru yang menghampiri dengan wajah sangar dan nada tinggi! Waduh, saya terlihat seperti seorang buronan kala itu! perlu waktu lama untuk meyakinkan mereka dan Suhendri agar mempercayai apa yang saya katakan. Ah,buah perbuatan yang terlalu terburu-buru... ingin memberi kejutan, eh malah saya yang dikejutkan! Jiaaah!
Para pemain figuran wanita, untuk adegan pawai di Gantong
SUDAH MENCARI PEMERAN UTAMA SUSAH, FIGURAN MALAH LEBIH SUSAH LAGI!
Setelah proses yang saya lakukan selama dua bulan sudah mendapatkan progress yang lumayan, semua anak-anak pemeran laskar pelangi sudah mempunyai calon yang pas dari dua tantangan besar tadi. Tantangan selanjutnya yang cukup melelahkan adalah bagaimana caranya mengajak masyarakat dengan jumlah yang besar untuk menjadi pemeran figuran. Sekitar satu bulan Shoot di daerah Gantong ( Belitung Timur ), jumlah figuran yang harus saya dapatkan adalah minimal 250 orang! Jumlah ini memang kecil kalau shooting didaerah lain yang sudah kenal bagaimana proses sebuah film apalagi ada agency. Kalau di Belitung, ini merupakan sebuah ujian. Berikut rinciannya :
* Apabila saya mencari pemeran figuran dengan karakter para pekerja dan penambang timah, bapak-bapak disana saat itu bertanya : "Aku dapat berape untuk syuting dari subo sampai sure ari? (Saya dapat uang berapa untuk shooting dari subuh ke sore hari?)". Saya jawab apa adanya : "50.000 Rupiah pak!". Lantas mereka tertawa dan memberi tanggapan seperti ini : "Hahaha, aku kalok nambang tima setenga ari la dapat duit sepulo kali lipat dari nok diberik kao! (Hahaha, saya kalau nambang timah beneran, setengah hari bisa dapet uang sepuluh kali lipat dibandingkan yang dikasih dari kamu!)".
* Jika saya membutuhkan rombongan ibu-ibu untuk mengisi film ini, dengan tampang yang serius ibu-ibu itu sering bertanya : "Bang, muke kamek ne kan keliatan benar ke di tipi kini!?! (Bang, wajah kita ini apa benar nanti bisa dilihat di tv??)". Saya jelaskan kalau ini bukan shooting sinetron melainkan layar lebar, dan posisi mereka bukanlah sebagai pemeran utama yang harus muncul wajahnya sesering mungkin. Lalu inilah jawaban mereka :"Yaaa, ndak seru la mun kamek dak masok tipi! dak nak la eh... ( Yaaa, nggak seru dong kalo kita ini nggak masuk tv, nggak mau ah!)". Dibilang nanti akan masuk bioskop, di Belitung nggak bisa nonton bioskop. Disuruh agar nonton VCD/DVD-nya nanti, bakalan nggak ada yang original... wah, kejebak pembajak dong gue!?!
Crew Laskar Pelangi Film di sunset Tanjung Tinggi
Itu hanyalah sekelumit tanggapan dari mereka, intinya... apabila kita mengajak dengan posisi sebagai kru film, dijamin 80% tidak ada yang mau! Jangankan saya, yang mengepalai divisi saya aja bingung. Akhirnya saya memutuskan untuk membujuk mereka lewat cara pemanfaatan kedekatan emosional ala agen spionase. Konsekuensinya, jauh-jauh hari sebelum shooting dimulai saya harus pindah domisili dari Tanjungpandan (Kab. Belitung) ke Gantong! Setelah itu barulah saya nongkrong sebagai anak muda yang gaul, saya ikut pengajian di mesjid bersama rombongan bapak-bapak ibu-ibu majelis, saya sering menyambangi lokasi pertanian dan transmigrasi sebagai orang yang ingin belajar bercocok tanam, saya duduk menghabiskan waktu di warung kopi dan akrab dengan bapak-bapak penambang, tidur di kantor camat karena ingin dekat dengan pegawainya, akrab dengan mantan ketua preman pasar, mantan pendekar,  pokoknya tiada hari tanpa sosialisasi dan saya tampak bagaikan seorang pengangguran kelas berat yang sedang cari kerja disana-sini!

Anak-anak Laskar Pelangi dan Cut Mini (Bu Mus) di Tanjung Tinggi
Hehehe, yah... itu adalah sedikit pengalaman yang saya dapatkan dan sebenarnya masih banyak lagi... Untung aja percaya dengan istilah "Dimana ada kemauan, disitu ada jalan!". Walaupun rada susah, meskipun agak merepotkan... proses casting selesai dengan lancar begitu juga dengan shootingnya! Thanks 4 all crew yang membantu, thanks for talent, dan terima kasih juga kepada sahabat dan para tamu dari Imaji Tour yang telah membaca tulisan ini.

INFORMASI LAINNYA, KLIK LINK DIBAWAH INI :

Top Ad 728x90